Hiburan Segar

Awas, Baper !!!

Pagi itu. Terlalu pagi. Kereta api berbising di sela sela kompleks rumahku. Aku menunggu seorang yang dulu berada di dekatku.
Aku berdiri di stasiun lalu dia hadir dengan senyuman yang paling manis. Dia menggandeng lelaki gagah yang menggendong seorang anak yang begitu cantik. Usianya sekitar 5 tahun.
Aku sambut mereka lalu ku mampirkan ke rumah berdinding hijauku.
Aku bertemu dia. Dia lagi.
Ku ingat 7 tahun silam. Aku bersamanya. Di stasiun yang sama.
Aku begitu dihargainya. Aku merasa nyaman bersamanya. Dia wanita yang lembut dan selalu menghargaiku.
Suatu hari. Aku terperangkap dalam ruangan kamar tidurku. Aku menggigil parah. Mataku memerah dan badanku bergetar. Lidahku tak bisa merasakan apa pun.
Lalu, sore itu. Dia datang di samping tempat tidurku. Suaranya membangunkanku dari mimpiku. Bersamanya. Dia. Perempuan yang aku cintai.
Dengan bersabar, dia terus menjengukku. Hingga empat hari berlalu. Aku kembali dalam keadaan baik. Aku membaik. Apapun itu. Baik karenanya. Dia tersenyum saat ku melatih kakiku kembali berpijak di atas tanah. Dia menggenggamku dengan kuat.
Lalu, di bulan yang sama. Dia mengajakku ke suatu tempat. Melihat sunset. Berdua saja. Wajahku memerah. Aku malu malu bersamanya.
“Terimakasih sudah menemaniku. Mengambil moment terindah ini bersamaku” itu katanya.
Aku hanya bisa menatap matanya lalu menunduk kembali. Aku masih malu. Malu mengutarakan hatiku.
Lalu, di satu malam.
Aku jatuh.
Aku… jatuh terlalu dalam.
Kami bertengkar. Entahlah, siapa dan apa yang memulai ini. Tapi, kami tak pernah seperti ini sebelumnya.
Aku menjadi seorang lelaki yang begitu jahat. Aku… menamparnya.
Aku mendapatinya di suatu tempat. Gelap. Lalu, dia memeluk seorang lelaki. Ya, di depan rumahnya yang begitu sepi. Mereka saling bertatapan dan aku tak bisa menceritakan apa yang ku lihat selanjutnya.
Aku mencoba menahannya. Tapi, TIDAK BISA !
Aku berlari dan berteriak.
“Hentikan itu !” Dan satu pukulan keras mengenai lelaki di depannya. Dan terjatuh. Dia menangis. Mencoba melerai kami yang saling menciderai. Hampir saling membunuh. Sayangnya, aku menamparnya saat dia memilih membela lelaki bertopi yang baru saja ku remukkan tulangnya. Dia terjatuh. Menangis. Dan, aku meninggalkan keduanya di bawah langit gelap yang bahkan ku tak tahu menjadi malam yang mendung.
Aku berjalan pulang. Sesekali ku sandarkan tubuhku di dinding yang ku lewati. Lalu… pandanganku redup. Gelap. Dan, entah apa yang terjadi selanjutnya.
Esoknya, aku terbangun di ruangan yang biasanya ku hidup di dalamnya. Aku…. merasa telah egois dengannya. Aku terlalu memaksa. Apakah, aku… cemburu?
Beberapa hari kami tak menyapa. Aku mencoba tapi tak pernah terbalas. Dia mengacuhkanku dan tak lagi ku lihat senyum manisnya bahkan, untuk membayangkannya saja. Aku takut. Akan menjadi musuhnya.
Suatu hari. Hari Sabtu. Ya, Sabtu. Aku mengetuk pintu rumahnya dengan kencang. Dengan kuat dan berteriak sejadi-jadinya. Dia tak kunjung hadir di balik pintu. Aku tak berhenti mengetuk. Lalu, dia pun berada di hadapanku. Dia begitu cantik namun, aku tak bisa menatapnya terlalu lama. Dia terlihat begitu membenciku.
“Kenapa?” Katanya.
“Aku tak mengerti. Kamu kenapa? Kenapa kita menjauh?” Kataku.
“Kamu egois. Kenapa kau memukulnya? Apa hakmu?” Tanyanya dengan suara tinggi.
“Aku… aku tidak suka kau dekat dengannya” kataku.
“Apa alasannya? Kita… teman dan itu tidak lebih”
“Tapi… kenapa, kamu perhatian padaku?”
“Teman. Itu biasa. Ya, karena kita, teman tidak lebih”

Sejak saat itu. Dia adalah teman biasa bagiku. Baper? Ya. Mungkin… kemarin adalah masa baperku dan aku senang bisa merasakan kebaperan itu. Hanya saja, jika diingat kembali…
Aku… malu banget. Pengennya sih ketawa muluuu πŸ˜€
.
Yuppss… sekilas cerita dari Rummycan ^_^ hehe jangan baper yah πŸ˜€
.
Oohh iyaa… πŸ˜€
Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk mencintai kita bukan? Apa pun perasaanmu padanya, seberapa pun itu, jika dia tidak merasakan cinta yang sama sepertimu, perhatian dan kecemburuanmu hanyalah sebatas kebaperanmu saja. Kalau udah gini sih, percuma juga kan marah-marah, gigit sarung, banting bantal, nangis tiap malam? Hehe. Jangan terlalu baperlah dalam hidup.
Denger lagu mellow, baper.
Lihat fotonya bareng cowok lain, baper.
Sekalinya dia menyapa eh makin baper. Ayolah…. πŸ˜€
Perasaan dia sih biasa saja. Hanya kamunya yang baperan. Kesannya biasa. Kamunya yang berlebihan memaknainya -_-
Kan makan hati sendiri jadinya πŸ˜€
Perjuangin cinta sih boleh boleh saja, tapi, kalau nyakitin diri sendiri sih ya… beda lagi ceritanya πŸ˜€
Bahagia deh jalanin hubunganmu dengan semuanya. Temen, keluarga, sahabat. Siapa saja deh ^_^ mereka semua penting banget !! Dan, waktumu tuh pantes banget buat ngebahagiain mereka πŸ˜€
Semangka !! SEMANGAT KAKA πŸ˜€

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s