Tanpa kategori

Kenalkan Jayapura Lewat Musik Rock

Hallo Dear, Pembaca Setia Jejak Rummy ^_^

Kali ini yuk kita intip Komunitas Rock Jayapura !!!

Para Anggota (2)

Tahu Nggak Guys !

Komunitas Rock Jayapura disingkat JRC ini berdiri pada tanggal 10 November 2012 dan yang mendirikan anak-anak kompleks Waena, Jayapura, Papua loh ^_^

Di tanggal 10 bulan November tahun 2012 lalu, anak-anak kompleks di Waena membentuk suatu perkumpulan dimana mereka memiliki rencana membuat suatu event bersama namun lambat laun, perkumpulan itu berubah menjadi suatu komunitas terkenal di Jayapura yaitu Komunitas Rock Jayapur

Lambang Komunitas Rock Jayapura

“Kita sering ngumpul, membahas musik bahkan kita sempat mau membuat suatu event di Jayapura hanya saja belum terlaksana karena kendala dengan sponsor dan lain-lain yang sampai saat ini belum sempat dilaksanakan,” jelas cowok yang menjadi ketua di komunitas rock, Yohanes Werma Subun ini.

Bukan hanya satu hati kepada musik rock namun mereka memiliki latar belakang yang sama pula yaitu seorang musisi.

“Ada empat band yang bergabung dengan kita, 4 band 3 band metal dan 1 band rock yang diantaranya Blackata dengan genre hard core dan speed metal core, Undersiege dengan genre thras meral, Dead Sword dengan genre screamo dan metalcore dan Future Hero dengan genre Alternative rock,” pungkasnya.

Berawal dari perkumpulan itulah akhirnya Jecko bersama kawan-kawannya sepakat untuk membuat suatu wadah yang bisa mengayomi teman-teman di luar sana yang ingin bergabung untuk mencari ilmu di bidang musik.

“Kita sudah beberapa kali tampil di event-event dan kita juga sempat bekerja sama dengan event Edane yang tidak jadi dilaksanan padahal sempat tiket sudah beredar dan spanduk sudah terpasang,” tutururnya.

Walaupun belum pernah membuat event sendiri, cowok yang sudah memimpin komunitas sejak berdirinya ini mengaku mereka sedang mempersiapkan event yang mereka lakukan sendiri dalam waktu dekat.

“Tujuan kita di komunitas ini adalah membangun generasi muda dengan musik rock terutama generasi Papua sedangkan misi kami adalah menjadi wadah menampung segala aktifitas yang berhubungan dengan musik rock bersama teman-teman,” terangnya.

Untuk bergabung bersama mereka, tidak perlu butuh waktu lama untuk diterima, ia menuturkan bahwa siapapun yang menyukai musik khusus musik rock, mereka dengan senang hati membuka pintu.

“Semantara ini kita terbuka dulu karena basis kita di Papua khususnya di Jayapura untuk musik Rock kan baru minoritas jadi kita tidak ada ketentuan khusus atau syarat-syarat khusus mereka yang mau bergabung,” ujarnya.

Komunitas yang kini beranggota dua puluhan ini nyatanya dari berbagai kalangan dari anak sekolah, mahasiswa hingga pekerja.

“Selama ini, masalah dalam individual dan lain-lain tidak terlalu banyak tetapi dalam hal penempatan genre ini yang kebanyakan generasi muda sekarang yang banyak menginginkan sesuatu yang waw, musiknya lebih keren, dahsyat, seperti yang mereka baca di internet atau lihat di televisi itulah yang mereka mau tetapi kita kan di Papua bukannya tidak bisa seperti itu hanya saja belum bergerak ke sana,” katanya.

Dengan problematika itu, ia bersama kawan-kawannya walaupun nuanasa berbeda dengan apa yang diharapkan, mereka tetap merangkul pecinta musik rock dengan memberikan penjelasan secara baik-baik.

“Kita kasih penjelasan kemudian kasih masukan kepada mereka dan mengarahkan mengikuti kita yang belum bisa sebaik dan sedahsyat yang mereka lihat di layar televisi,” tandasnya.

Musik rock adalah hidupnya sejak SMP sebab ia sudah mengenal musik rock sejak itu ditambah ayahnya yang seorang musisi di music rock, ia semakin mencintai dan mengenal lebih banyak lagi dari ayahnya itu.

Ini foto Kak Yohanes Werma Subun Guys !

Yohanes Werma Subun
“Nuansa musik rock di tahun 1970-an dengan 1990-an memang berbeda tapi sebenarnya intinya dengan musik rock, kita memiliki rasa yang nyaman untuk menjalaninya,” ungkapnya dengan tegas.

Masyarakat Papua yang mereka lihat pun memberikan tanggapan yang positif terhadap mereka sebab mereka sadar nuansa musik rock bukanlah sesuatu yang asing lagi.

“Sebenarnya penggemar musik rock di Jayapura ini sangat banyak tetapi karena terbawa suasana dan situasi juga nah jadi kita masuklah ke dalam situasi di acara besar yang pernah kita masuki untuk tampil, antuasias masyarakay cukup besar terhadap kita,” bebernya.

Jayapura yang sudah biasa dengan musik reage, hip hop dan sebagainya membuat mereka bangga bisa diterima oleh masyarakat saat di atas panggung dengan memainkan musik rock.

“Itu membuktikan kalau masyarakat Papua memberikan tanggapan baik kepada kita yang memainkan musik rock karena hasil kenyataannya kemarin kita tampil di dua event besar, mereka cukup antusias,” jelasnya.

Ia sebagai ketua selalu memberikan masukan dan motivasi kepada generasi muda untuk terus mengembangkan musik rock di dalam dan di luar Papua.

“Kalau ada event baru kita kumpul bareng dengan para anggota dan simpatisan semua karena kita akan tampil di event itu,” katanya.

Sesuai dengan panduan hukum, nama Komunitas Rock Jayapura adalah pilihan untuk nama mereka sebab sebelumnya mereka memakai nama Jayapura Rock Community namun ditolak.

“Di Tahun 2013, kita membuat badan hukum berdasarkan nama lewat notaris dan administrasinya ke menteri hukum dan HAM sehingga dapatlah nama ini yang sesuai dengan karakter di Indonesia dan ini sesuai dengan akte notaris nomor 17 2013,” tuturnya.

Selain badan hukum, komunitas rock ini pun memiliki AD-ART sehingga mereka terlihat lebih serius dalam mendirikan komunitas yang sekretariatnya berdomisili di Waena ini.

“Satu-satunya komunitas rock di bagian timur di Indonesia ini adalah kami, Komunitas Rock Jayapura dan dengan medsos, kita di Papua khususnya Jayapura sudah dikenal oleh teman-teman yang ada di seluruh Indonesia khususnya di music rock dan metal,” imbuhnya. (Arm)

Sudah baca kan tentang Komunitas Rock Guys !

Sekarang kita baca nih tanggapan salah satu personal JRC !

Asri Al Tsaqafat (anggota)
Berawal dari kecintaan terhadap musik rock, Asri Al Tsaqafat, siswa lulusan SMA Negeri 2 Jayapura tahun 2012 ini akhirnya bergabung dalam Komunitas Rock Jayapura.

“Di SMA dulu, saya memiliki band yang sering juara juga tetapi saat sudah lulus dan anak-anak kuliah di luar kota dan akhirnya kita berpisah kemudian saat menemukan komunitas ini dan memutuskan untuk bergabung,” terangnya.

Di tahun 2013 bulan Januari adalah sejarah bagi Al sebab saat itu ia sudah resmi bergabug di komunitas sebagai pemain.

“Di komunitas kita terbagi menjadi dua yaitu anggota dan pemain dan aku termasuk pemain dari band Undersiege,” jelasnya.

Ia mengaku selama bergabung tidak pernah mengalami kendala dan ia yakin tidak akan pernah ada kendala yang akan ia hadapi selama bergabung.

“Apapun yang terjadi its Okey Wae, wolees saja,” ucapnya sambil tersenyum.

Ia sadar, mereka jauh dari pusat namun ia mengaku bersama komunitasnya bisa membuktikan bahwa mereka memiliki semangat yang sama.

“Banyak banget pengalaman yang berkesan dan yang paling berkesan adalah ketika saya ulang tahun tanggal 10 Agustus tahun lalu ketika itu aku lagi ada di radio RRI dan dibuatkan surprice oleh teman-teman,” katanya.

Untuk memperkenalkan komunitas, pemain bassis ini mengaku tidak perlu rumit sebab banyak yang sebaliknya bertanya dan meminta untuk bergabung bersamanya.

“Jangan pernah menyerah, apa yang kamu punya lakukan, apapun yang kamu senangi selama itu tidak merugikan orang lain, lets do it dan tunjukkan bahwa kamu punya sisi positif yang bisa dirasakan orang lain. Itulah kalimat motivasi yang selalu aku pegang,” ungkapnya.

Jika ada yang bertanya dan berniat untuk bergabung, ia langsung menyarankan ke mabes mereka di Waena dan langsung bertemu ketua komunitas.

“Mereka datang, catat nomor dan gabung saja karena kita welcome, kita musik dari hati,” ucapnya.

Ia berharap, komunitasnya bisa lebih baik dari sebelumnya dan tetap rock and roll.

“Manfaat yang saya rasakan selama bergabung tuh sering manggung dan capek banget tapi walaupun capek, its okey wae karena thin my dream, aku bermimpi menjadi rock star di Indonesia dan di Jayapura juga sudah dikenal sebagai rock star, kemana pun aku jalan pasti dikasih say hay,” imbuhnya. (Arm)

Sudah tahu kan tentang JRC, So… Kalau berkunjung ke Jayapura, Yuk ke JRC ketemu teman-teman Rock And Roll

Para Anggota (1)

Salam Semangat dari Rummycan dari Jayapura

Menulis Papua, Membaca Dunia ! ^_^

Iklan

2 respons untuk ‘Kenalkan Jayapura Lewat Musik Rock

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s