Tanpa kategori

Komunitas Jalan-jalan Men Jayapura

Kebayang kan, mau jalan jauh nggak ada temen ! Mau ditemenin ? Bareng J2M Saja !

Takut Jalan-jalan sendiri keliling alam Jayapura ?

Gabung saja nih denga mereka-mereka yang gemar traveing sambil menjaga alam loh !

Mau tahu siapa mereka dan bagaimana mereka melakukan kecintaannya terhadap alam sambil bersenang-senang, ikuti tulisan berikut ini ^_^

Foto Bersama Saat di Gunung Cyclop

Komunitas yang diberi nama Jalan-jalan Men atau sering disingkat J2M ini berdiri dengan satu alasan yaitu mengajak para mahasiswa yang ada di Jayapura untuk mencintai alam sambil jalan-jalan tentunya. Seperti yang diungkap Andri Novasinaga selaku sekertaris, J2M berdiri dengan visi misi yaitu jalan-jalan, mengenalkan, menjaga dan melestarikan alam dan budaya yang sudah ada.

“Awalnya kami mahasiswa yang ikut di pecinta alam tetapi kami ingin mahasiswa lain juga turut mencintai alam bersama kami akhirnya kami mendirikan J2M ini,” jelasnya.

Ini nih foto Kak Andri ^_^

Andri Novasinaga (2)

Bersih-bersih di Pantai Pasar 6, Kampung Sereh Aliran Sungai Rotohko dan membuat hari batik sedunia di Pasir 6 dengan tema anak bangsa membatikkan dunia dan di hari Sumpah Pemuda kemarin, mereka telah membuat tiga kegiatan besar lainnya.

“Tanggal 2 September itu kita merayakan hari batik sedunia dengan memakai batik saat jalan-jalan ke Pasir 6 dan di hari Sumpah Pemuda kita ke pulau Enggros dengan membuat tiga point dari bakti sosial, buku baca dari taman baca yang ada di sana dan sumpah pemuda di Pasir Timbul Tenggelam yang mana tempat yang kita lakukan ini adalah pusat pertama pemerintahan di tanah Papua,” bebernya.

Mengenalkan wisata yang ada di pulau Enggros kepada wisatawan asing yang juga turut ikut berpartisipasi di hari besar itu pun menjadi program yang telah terlaksana dengan baik kemarin.

“Dengan mengajak wisatawan ikut kami berharap wisata di sana lebih hidup lagi dan bisa menambah pemasukan masyarakat yang ada di sana,” tuturnya.

Mahasiswa semester akhir Fakultas Hukum Jurusan Hukum Uniyap Jayapura ini mengungkapkan sudah 20 member yang telah resmi bergabung dalam komunitas J2M Jayapura.

“Kalau fans yang ingin mengikuti sudah lebih dari 80 orang dan anggota kami selain dari mahasiswa di Uncen, Uniyap atau Universitas Ottow Geissler Papua, yang belum ada pekerjaan sampai para pekerja,” jelasnya.

Untuk tahap pertama, mereka telah memiliki media sosial sendiri untuk memperkenalkan komunitasnya kepada publik dari Group Facebook yang bernama Jalan-jalan Men Jayapura dan Instagram yang bernama @J2M_Jayapura yang juga menjadi media menyimpan hasil dokumentasi perjalanan mereka.

“Walaupun belum ada dukungan dari pemerintah tapi pada dasarnya kita tidak ingin terlalu bergantung juga kepada pemerintah karena semangat pemuda yang bisa dilihat dari kegiatan sumpah pemuda kemarin, wisata itu tetap hidup dengan semangat kami, para pemuda,” pungkasnya.

Ada pun masalah yang terjadi dalam komunitas namun sebagai pengurus inti, ia bersama para pengurus lainnya akan melakukan evaluasi usai melaksanakan program dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

“Walaupun ada suara tinggi dalam evaluasi karena namanya juga komunitas pasti ada perbedaan pendapat namun pada dasarnya kita harus membicarakan dengan baik agar satu hati dan satu pikiran untuk menjalankan komunitas Jalan-jalan Men ini ke depannya,” tuturnya.

Menghubungi nomor kontak anggota tetap atau bergabung di facebook adalah cara untuk mengetahui perkembangan komunitas yang peduli akan lingkungan dan wisata alam ini.

“Kalau untuk bergabung, kita di sini hanya memberikan formulir tapi kalau untuk menjadi anggota J2M ada persyaratannya diantaranya harus mengikuti 10 kali trip, lalu tiga kali harus melakukan penanaman di dalam 10 kali trip ini dan yang terakhir, setiap trip harus membawa kresek atau pelastik sampah, setelah data itu lengkap barulah kamu bisa menjadi anggota J2M Jayapura,” terangnya dengan serius.

Komunitas yang dipimpin oleh Yandri Sandi Pongsikabe, S., T ini ingin menyebarkan virus bagaimana  supaya pemuda yang hobi traveling juga mencintai alamnya dengan menerapkan kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan. Itulah alasan yang membuat komunitas itu membuat persyaratan.

“Dengan kebiasaan yang dilakukan di komunitas ini, yang bergabung pasti dengan sendirinya sampah pribadinya itu akan diangkat dan dibawa pulang,” pungkasnya.

Setiap melakukan pejalanan, etika dan tatakrama dalam alam harus tetap dilakukan sama halnya di kota yang memiliki etika dan sampah milik pribadi wajib dibawa pulang. Itulah kalimat yang menjadi motivasi setiap melaukan perjalanan bersama para anggota J2M Jayapura.

“Ke pasir 6 kemarin kita jalan kaki yang kita mamakan waktu 30 sampai 40 menit dan kenapa bisa lama karena satu pasti di sepanjang perjalanan akan berfoto karena pemandangannya yang bagus dan indah dan sebelum menuruni bukit itu khususnya sebelum ke Pasir 6,” ceritanya.

Pendiri komunitas ini ada 4 termasuk dirinya dimana Naga sendiri mengaku mereka mendirikan komunitas yang juga memiliki pusat di Jakarta ini juga berharap, bisa menjadi wadah para pemuda pemudi yang hobi traveling namun bingung bagaimana dan dengan siapa bisa bergabung bersama mereka.

“Kalau bepergian jangan lupa membawa kembali sampah anda dan jikalau anda ingin pergi ke alam terbuka, pergilah bersama orang yang memang benar-benar mengetahui lokasi dan seluk beluk daerah tersebut karena kita sudah tahu bagaimana keadaan alam di Papua ini juga jadi intinya ko cinta, sa cinta, alam Papua By Bang Naga,” pesannya di akhir wawancara ini.

Ke depannya, program komunitas yang bertempat di Uniyap jayapura ini di bulan Desember adalah berkunjung ke Pantai Snokisi dengan berharap bisa melihat penyu dari darat ke laut.

“Mudah-mudahan nasib kita bagus memang benar-benar waktu kita datang, penyu itu lahir dan kita bisa videokan dan bisa mendokumentasikan pbagaimana penyu itu menetas dan berjalan ke lautan,” imbuhnya. (Arm)

Itu seputar komunitas J2M ya Guys !

Sekarang, kita baca nih tanggapan salah satu anggotanya yang juga bergabung. Bagaimana perasaannya ? Bareng Rummy kepo-kepoin Kak Piter yuk !!

Berawal dari hobi yang sama yaitu jalan-jalan, Ottow Yan Piter Kmur selaku pemegang bidang Humas di Komunitas Jalan-jalan Men Jayapura ini bersama ketiga temannya pun akhirnya mendirikan komunitas J2M.

“Daripada jalan-jalan saja lebih baik sekalian saja membuat komunitas yang pusatnya juga sudah ada di Jakarta,” bebernya.

Fotonya Kak Piter nih Guys !

Ottow Yan Piter Kmur

Sudah satu hati dan pikiran akhirnya komunitas itu pun dinamakan Jalan-jalan Men yang kini sudah berdiri selama 4 bulan ini.

“Dengan mengikuti komunitas ini, hobi saya jadi bisa tersalurkan dan rasa senang pasti senang tapi ada juga susahnya yaitu di jalur jalan-jalannya tapi kita jalani sama-sama dengan teman-teman yang lain dan dibawa happy saja,” ungkap mahasiswa semester akhir Jurusan Manajemen Uniyap Jayapura ini.

Sebagai pemegang humas, program kerjanya belum sepenuhnya dilaksanakan yaitu mempublikasikan komunitasnya kepada publik namun sebagai awal, ia sudah melakukan pengenalan komunitas kepada masyarakat dengan mengajak bergabung.

“Untuk mencari anggota, kita biasa lewat FB, instagram dan kalau mau jalan biasa kita brodcast ke BBM dengan menyebarkan pesan berisi tanggal sekian J2M akan jalan ke sini dimana rapat akan dilaksanakan di sini di hari ini untuk menyetujui akan jalan jam berapa di hari H,” terangnya.

Pokman menuturkan sari 20 anggota tetap terdapat 8 anak Papua asli yang turut bergabung dan itulah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi komunitasnya dimana anak Papua pun turut mencintai alamnya sendiri.

“Selama perjalanan saya bertanya-tanya, Wisata alam Papua ini sebenarnya indah tetapi kenapa wisata Papua ini ada yang tidak digunakan sebaik-baiknya oleh Dinas Pariwisata seperti Pasir 6 yang sebenarnya pantas sekali sebagai tempat wisata hanya saja belum tersentuk oleh Dinas Pariwisata atau di Enggros yang tempatnya bagus tetapi kenapa ditinggalkan atau kenapa tidak dilanjutkan sebagai tempat pariwisata karena itu juga bisa menjadi pemasukan juga untuk daerah di sana,” tandasnya.

Ia berharap, J2M Jayapura dapat dilirik dari Dinas Pariwisata untuk saling bekerja sama untuk bersama-sama mencari daerah mana yang layak untuk dijadikan sebagai tempat wisata.

“Misalnya kita yang survey dulu lalu memberitahukan kepada pihak mereka bahwa daerah itu layak atau tidak dan menindaklanjutinya bersama-sama,” ucapnya.

Harapan terbesarnya untuk J2M Jayapura adalah bisa lebih besar dari sebelumnya di tahun berikutnya.

“Pesan saya untuk teman-teman, kemana pun pergi, jalan, satu, jangan meninggalkan apa pun selain jejak, dua, jangan membunuh apa pun selain waktu, tiga, jangan mengambil apa pun selain gambar dan empat, jangan membakar apa pun selain semangat !” pesannya di akhir wawancara. (Arm)

 

Gimana ? Masih bingung cari tempat buat jalan-jalan keliling Jayapura ?

Tenang, J2M dengan senang hati membuka pintu rumah mereka untuk kalian-kalian Guys !

Gabung Yuk ! Yang mau gabung hubungi Kak Andrinya aje sekalian, nih Rummy kasih nomornya : 081344444971 dan PIN BBM : 57e13aa4

Oke. Sekian Tulisan Rummy tentang komunitas J2M. Terimakasih sudah mampir !

Salam Semangat dari Rummycan ^_^

 

 

Iklan

6 respons untuk ‘Komunitas Jalan-jalan Men Jayapura

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s